Kedai Kopi · Semarang

Angkringan Sarangloe

Ruang Tamu Peradaban. Di bawah cahaya lampu yang temaram, segelas kopi adalah undangan terbuka — dari obrolan ringan dengan orang yang baru dikenal, hingga perdebatan filsafat, hukum, politik, kajian agama, dan kisah para nabi. Di sini, setiap meja adalah mimbar, dan setiap cangkir adalah mukaddimah.

12+Menu Andalan
Rp 1kHarga Termurah
Topik Perbincangan
Gulir
Filosofi Kedai

Meja kami tidak pernah bertanya siapa yang duduk.

Di Angkringan Sarangloe, tak ada kursi VIP dan tak ada sudut yang asing. Mahasiswa, sopir, dosen, santri, hingga pejabat duduk bersebelahan di bangku yang sama — dipersatukan oleh aroma kopi yang diseduh tanpa tergesa.

Segelas Kopi Lelet bisa membuka obrolan tentang tren terkini, lalu tanpa sadar berpindah ke debat hukum tata negara, menyelusup ke tafsir dan cerita para nabi, sebelum berakhir pada tawa lepas tentang hal-hal remeh yang justru paling jujur.

Kami percaya peradaban tidak lahir dari menara gading, melainkan dari meja-meja kecil yang hangat — tempat manusia berani berbicara, dan lebih berani lagi mendengarkan.

“Kopi boleh habis, tapi perbincangan tidak pernah benar-benar selesai.” — Prinsip Sarangloe
Suasana kedai kopi yang hangat dan remang
Sejak Sore Hingga Larut Malam
Lokasi & Kontak

Kursi kosong menunggumu di depan GSG UIN.

Alamat

Depan GSG UIN, Tambakaji, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50185

Jam Buka

Setiap hari, sore hingga larut malam — selama masih ada cerita, lampu kami menyala.

Suasana

Lampu temaram, kursi kayu, dan meja yang tidak pernah membedakan siapa yang duduk.

Buka di Google Maps